Kami telah menerima orang Tionghoa sejak 2001, tetapi sejak 2017 kami mulai menerima orang Indonesia sebagai tantangan baru. Saat ini, sudah lazim melihat orang Tionghoa mengajar orang Indonesia dalam bahasa Jepang.
Yang menarik adalah nilai-nilai mengenai pekerjaan berbeda dari satu negara ke negara lain. Banyak orang Tiongkok yang datang ke perusahaan kami cenderung mengutamakan gaji, dan bekerja dengan tujuan mengirimkan lebih banyak uang kepada keluarga mereka di kampung halaman.
Di sisi lain, orang Indonesia mementingkan hal-hal seperti jam kerja dan jumlah hari libur, dan mereka menghargai kehidupan pribadi mereka. Setiap situasi berbeda, jika mempertimbangkan faktor-faktor seperti perbedaan usia dan apakah mereka memiliki tanggungan atau tidak, akan agak kasar untuk menggeneralisasikannya hanya sebagai karakteristik nasional, tetapi saya terkejut dengan perbedaan pemikiran tersebut.
Meskipun demikian, kami telah mampu menciptakan lingkungan di mana orang Tionghoa, Indonesia, dan Jepang dapat bekerja sama secara harmonis tanpa masalah apa pun.